Wisata Chinatown Jakarta yang Harus Dikunjungi

Wisata Chinatown Jakarta yang Harus Dikunjungi

Sat, 20 Jul 2019 - 08:32 AM

Berkunjung ke Jakarta tak lengkap rasanya bila tidak mengunjungi Chinatown. Apa itu Chinatown? Chinatown sendiri sebenarnya merupakan kawasan Pecinan yang banyak ditinggali oleh etnis Tionghoa. Letak Chinatown ini  berada di Glodok, Jakarta Barat. Dulu, daerah chinatown tidak seperti chinatown yang sekarang. Dulu sekitar November 1740 ketika VOC datang, mereka menjadikan kawasan ini menjadi kawasan yang penuh kekerasan terhadap orang Tionghoa. Bahkan saat itu sempat terjadi peristiwa pembantaian di Kota Batavia yang menyebabkan 10.000 orang meninggal. Setelah itu, kawasan Chinatown berubah menjadi kawasan perdagangan. Bahkan sampai saat ini masih banyak para pedagang yang berdagang di gang-gang dan jalan kawasan Glodok.


Berikut adalah 5 lokasi Chinatown yang menarik:

1. Klenteng Tanda Bhakti

Ketika kamu mengunjungi Klenteng Tanda Bhakti, kamu akan menemukan klenteng yang mempunyai desain arsitektur unik. Bangunan unik ini dipadu padankan dengan warna dominan merah dan hiasan yang juga dominan merah. Meskipun boleh dikunjungi, kamu tetap harus menjaga sopan santun dan tata krama, karena tempat ini merupakan tempat untuk persembahyangan. Jika kamu tak ingin mengganggu orang saat bersembahyang, berkunjunglah di pagi hari sebelum banyak orang datang untuk sembahyang.
Di Klenteng Tanda Bhakti kamu bisa mendapat foto-foto dengan background yang unik karena kamu juga boleh bawa kamera sendiri. Tapi yang pasti, meskipun kamu sedang asyik foto-foto, jangan lupa untuk tidak berisik apalagi saat ada persembahyangan.

2. Toko Merah

Toko Merah juga menjadi area kawasan pecinan yang bisa kamu temukan di daerah Kota. Toko Merah ini berlokasi di Kalibesar Timur V. Toko Merah sudah dibangun sejak tahun 1730 oleh Gubernur Jendral VOC dan sampai saat ini bangunan dari Toko Merah tersebut masih berdiri kokoh. Selain itu, dulu tempat ini juga pernah digunakan untuk Akademi Maritim dan kantor perusahaan dari Jacobson Van Den Berg yang akhirnya di alih fungsikan menjadi PT Dharmaniaga. Sedangkan untuk sekarang, Toko Merah lebih digunakan sebagai tempat foto-foto saja bagi para pengunjung yang sedang jalan-jalan ke area ini. Dengan mengunjungi Toko Merah, kamu bisa berfoto dengan mobil-mobil antik yang terpajang di depan gedung.

3. Pasar Petak Sembilan

Pasar Petak Sembilan berada di kawasan pasar Glodok. Saat berkunjung, kamu akan melewati jalan Pasar Petak Sembilan yang ramai dengan penjual makanan ringan dan obat tradisional khas negeri tirai bambu. Selain itu, kamu juga akan menemukan berbagai macam olahan makanan yang unik-unik seperti timun laut, lintah laut dan katak segar.
Selain jajan makanan ringan, kamu juga bisa belanja pernak pernik khas Tiongkok di Pasar Petak Sembilan untuk perayaan imlek nanti. Pernak pernik yang bisa kamu temukan diantaranya: lampion, patung-patung, dewa-dewi, angpao, dan masih banyak lagi. Kamu hanya perlu menyediakan pikiran yang dingin agar tak kalap saat berbelanja.

4. Gang Gloria

Gang Gloria terletak di sebuah jalan pancoran yang tidak jauh dengan Klenteng Tanda Bhakti. Gang Gloria sudah terkenal menjadi surganya para pecinta kuliner. Para pengunjung juga biasa datang ke Gang Gloria untuk menikmati wisata kulinernya, bukan untuk berfoto-foto. Oh ya untuk kulinernya sendiri, karna tempat ini merupakan tempat yang berbau Tiongkok, makanannya pun begitu. Mayoritas pnjual menjual kuliner non halal yang bahan dasar makanannya berasal dari babi. Maka dari itu, bagi umat muslim yang ingin menikmati makanan di sini, jangan lupa untuk bertanya kepada penjual apakah makanan tersebut mengandung bahan-bahan yang boleh dikonsumsi atau tidak. Untuk makanan yang bisa dikonsumsi umat muslim diantaranya: Gado-Gado Direksi (gado-gado dengan bumbu yang gurih dipadu sayuran segar), Mie Kangkung si Jangkung, Kari Lam, Rujak Shanghai (rujak ini merupakn rujak shanghai yang menggunakan cumi-cumi, kerang, dan ubur-ubur sebagai bahan dari rujak ini), dan yang terakhir adalah Kopi Es Tak Kie (kedai kopi ini sudah melegenda, bahkan biasanya menu yang tersedia langsung sold out).

5. Pantjoran Tea House

Sesuai dengan namanya, Pantjoran Tea House adalah tempat yang cocok dan wajib dikunjungi untuk kamu yang suka teh. Pantjoran Tea House terdiri dari dua lantai yang desain arisitekturnya tentu saja memiliki khas Tiongkok. Pantjoran Tea House sendiri sudah berdiri sejak lama. Sebelum menjadi toko teh, tempat ini merupakan sebuah toko obat yang berdiri dari tahun 1928. Sebelum menjadi Pantjoran Tea House, tempat ini disebut dan dikenal dengan nama Apotheek Chung Hwa, bahkan sudah tercatat sebagai warisan budaya UNESCO. Setelah direnovasi ulang pada tahun 2015 lalu, tempat ini akhirnya beralih fungsi menjadi kedai teh.
Kedai teh ini memiliki gaya minimalis dan kekinian sehingga tempat ini juga ramai untum berfoto-foto selain untuk minum teh dan kumpul-kumpul. Beberapa menu teh yang bisa kamu coba di sana yaitu Chinese Tea, Japanese Tea, English Tea dan Indonesia Tea. Sedangkan, untuk makanannya kamu bisa memesan kuliner Chinese Food dan Seafood lainnya. Tidak hanya untuk muda-mudi, tempat ini juga cocok untuk tempat makan bersama keluarga.

Chinatown Walking Tour


Untuk mengelilingi kawasan Chinatown tentu lebih baikny memiliki planning agar lebih berkesan. Untuk kamu yang tidak ingin bingung dengan kawasan Chinatown dan tidak ingin jalan-jalan di kawasan Chinatown sendirian, kamu bisa mengikuti program Chinatown Walking Tour. Kamu bisa mendaftar program walking tour ini ke biro perjalanan yang mengadakan program Chinatown Walking Tour dengan membayar biaya sekitar Rp 200.000,- sampai Rp 300.000,- . Dengan mengikuti walking tour, kamu akan dipandu oleh Guide di sepanjang perjalanan mengelilingi kawasan Chinatown. Jadi kamu akan lebih mengerti karena adanya penjelasan-penjelasan dari Guide tersebut.
Untuk walking tour sendiri biasanya memiliki rute perjalanan dan meeting point yang sudah terjadwal. Berikut adalah salah satu rute perjalanan yang sudah disiapkan oleh biro perjalanan yang mengadakan Chinatown Walking Tour:
Meeting point: Depan Novotel Hotel di Jl. Gajah Mada

Rute perjalanan:
Bangunan Candra Naya - Pasar Tradisional Petak Sembilan - Vihara Dharma Bakti - Gereja Katolik St. Maria de Fatima-Vihara Toa Se Bio - Gang Gloria
Kamu akan dipandu oleh guide yang sudah pastinya berlisensi. Biasanya, program walking tour sudah termasuk air mineral tapi tidak dengan makan siang dan pengeluaran pribadi. Untuk perjalanannya sendiri rata-rata memakan waktu 3 jam. Jika orang yang ingin melakukan walking tour banyak, biasanya akan dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil agar para wisatawan juga tetap bisa nyaman dengan walking tour mereka. Tapi semua tergantung dengan biro perjalanannya juga.

Itulah beberapa informasi mengenai wisata Chinatown Jakarta yang menarik dan harus dikunjungi. Rugi rasanya jika mampir ke Jakarta tapi melewatkan Chinatown yang memiliki keunikan tersendiri.



by Abu Tholib

Share :