Panduan Lengkap Desa Wisata di Jawa Timur : Tumbuh Bersama Masyarakat

Panduan Lengkap Desa Wisata di Jawa Timur : Tumbuh Bersama Masyarakat

Fri, 29 Nov 2019 - 09:51 AM

Salah satu daerah yang banyak dilirik oleh pelancong dari Indonesia maupun dari mancanegara adalah Destinasi Wisata Jawa Timur. Banyak destinasi wisata yang ada di provinsi ini sebagai tempat alternatif berlibur, apalagi jika punya budget terbatas. Kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan Taman Safari Prigen, Destinasi Eksotis Gunung Bromo, atau BlueFire nya Kawah Ijen.

Berbagai wisata atraksi juga ditawarkan di Kota Batu seperti Jatim Park, Batu Night Spectacular, Museum Angkut, atau Taman Bunga Selecta. Namun, pernahkah kalian memiliki pengalaman yang berbeda ketika sedang berlibur, apalagi jika pengalaman itu justru menambah pengetahuan?

Selain wisata alam yang indah dan wisata atraksi yang menghibur, Jawa Timur juga memiliki sekitar 26 destinasi desa wisata aktif dan akan menyusul 290 desa wisata yang masih dikembangkan. Destinasi wisata ini mulai banyak dikunjungi karena tidak hanya menawarkan keindahan alam saja, tetapi juga pengalaman yang tidak terlupakan. Di sisi lain, kita juga turut membantu perekonomian warga desa tersebut.

Apa saja hal yang bisa kita lakukan di desa wisata?

       1.       Kita dapat mempelajari kebudayaan lokal

Di desa wisata kita dapat belajar kebudayaan lokal. Terdapat beberapa kebudayaan yang dapat dipelajari dan dinikmati oleh pengunjung antara lain belajar alat musik tradisional, belajar menari, hingga mengetahui cara menumbuk padi. Budaya bercocok tanam di setiap wilayah bahkan desa berbeda-beda, kita bisa belajar kebudayaan itu di desa wisata.

Pengetahuan budaya lokal mendorong kita untuk lebih menghargai budaya-budaya yang mungkin sudah banyak ditinggalkan.     

       2.       Belajar dan mempraktikan pertanian organik dan konvensional

Berapa banyak dari kita yang mengetahui asal makanan yang tersedia di meja makan kita sehari-hari? Tinggal di perkotaan membuat kita jarang melihat sawah dan bagaimana makanan yang kita konsumsi diolah. Di desa wisata, kita dapat belajar mengenai pertanian organik maupun konvensional.

Kita akan belajar bagaimana caranya menanam, bagaimana media tanamnya, atau apa saja yang dibutuhkan tanaman pertanian sehingga tumbuh subur. Dengan mengetahui proses pertanian dan perkebunan, kita akan lebih menghargai makanan karena terdapat berbagai tenaga sebelum sampai di meja makan kita.

       3.       Mengenal produk-produk pertanian dan memanen sendiri buah atau sayur

Selain belajar teknik bercocok tanam, kita juga akan mengetahui mengenai produk-produk pertanian. Dari produk ini, ada beberapa paket wisata desa wisata yang menawarkan kegiatan memetik buah atau sayur sendiri. Ada pula desa wisata yang memiliki kolam ikan dan memberikan paket untuk mengambil ikan kemudian dimasak sesuai dengan selera pengunjung.

Kegiatan memetik produk-produk pertanian ini menyenangkan karena kita juga belajar untuk memilh dan memilah produk buah atau sayur yang baik.

       4.       Belajar ketrampilan

Di beberapa desa wisata terdapat paket-paket wisata yang di dalamnya termasuk belajar ketrampilan seperti membuat anyaman bambu dan membuat kerajinan tangan seperti membatik. Semua kreasi kita dapat kita gunakan sebagai oleh-oleh atau kenang-kenangan.

Belajar membuat kerajinan ini menyenangkan karena kita dapat mengerjakan sesuatu yang berbeda dari kegiatan rutin. Selain itu, Sobat juga mendapat pengetahuan mengenai cara membuat benda-benda di sekitar kita yang mungkin luput dari perhatian, seperti anyaman bambu.

       5.       Membantu perekonomian warga sekitar dan daerah

Ketika mengunjungi destinasi desa wisata, Sobat secara langsung dan tidak langsung akan membantu perekonomian warga sekitar desa tersebut. Dari hal ini, kesejahteraan warga juga meningkat serta lebih berdaya. Pengelola desa wisata bukan berasal dari pihak swasta, melainkan murni dari gotong royong warga desa tersebut.

Dengan membeli oleh-oleh, memggunakan fasilitas paket wisata, dan mengikuti kegiatan-kegiatan di desa tersebut, pengunjung secara langsung menggerakan roda perekonomian desa. Sebagai pelancong, kita disuguhi kegiatan-kegiatan menarik dan pemandangan indah sebagai pelepas stres.

Salah satu destinasi desa wisata di Kabupaten Malang, Desa Pujon Kidul, menyumbangkan pendapatan asli daerah ke Kabupaten Malang hingga Rp2,5 miliar. Aktifitas ekonomi dari wisata ini menyerap 600 tenaga kerja yang memiliki pendapatan Rp1,5 juta hingga Rp4 juta per bulan.

Pada akhir pekan, sekitar 800 tenaga kerja terserap untuk membantu aktifitas ekonomi (sumber: https://surabaya.tribunnews.com/2019/05/02/khofifah-berharap-290-desa-wisata-di-jatim-bisa-menarik-lebih-banyak-wisatawan?page=2).

Desa wisata menjadi salah satu tempat destinasi wisata unggulan Jawa Timur. Selain meningkatkan pendapatan daerah dan provinsi, desa wisata juga memberikan dampak ekonomi langsung pada masyarakat di sekitar desa. Selain itu, banyak potensi desa yang tergali sehingga meningkatkan produktivitas pertanian.

Dengan siapa mengunjungi desa wisata?

       1.       Solo traveling

Jika Sobat lebih suka solo traveling, jangan lupa cari tahu sebanyak-banyaknya mengenai kegiatan-kegiatan atau atraksi di desa wisata yang ingin dikunjungi. Melalui solo traveling kita bisa mengeksplorasi desa lebih dalam dan bebas, misalnya jika Sobat ingin mengumpulkan foto upacara adat tertentu.

Lebih seru lagi jika pergi ke desa wisata sejalur dengan tempat wisata lain seperti ke Gunung Bromo atau Kawah Ijen. Kita bisa beristirahat di desa wisata terdekat sambil menikmati budaya lokal, kuliner tradisional, atau memetik buah dan sayur di sana. Namun, Sobat juga perlu memperhatikan bahwa ada desa wisata yang hanya menyediakan paket dengan minimal jumla orang per paketnya.

       2.       Pergi berombongan

Sebagian besar paket kegiatan di desa wisata dirancang untuk rombongan. Misalnya memetik buah, menanam padi, atau river tubing. Sebagai tips, pilihlah paket wisata yang sesuai dengan rombongan. Misalnya jika ada anak-anak maka dapat memilih kegiatan-kegiatan yang menarik dan aman untuk anak-anak seperti memetik buah, membuat coklat atau menanam di sawah. Untuk rombongan yang memiliki rentang usia sama, kita bisa memilih kegiatan-kegiatan seperti river tubing dan lain sebagainya.

 Jadwal kunjungan ke desa wisata

Kita dapat mengunjungi destinasi desa wisata di Jawa Timur kapan saja. Namun, kunjungan akan lebih afdol apabila kita mengetahui musim buah-buahan dan sayuran yang ada di Indonesia. Jadwal kunjungan juga akan lebih menyenangkan bertepatan dengan acara-acara adat yang ada di desa wisata.

Sebagai contoh, jika ingin menikmati musim apel di Malang, kita dapat pergi ke sana pada saat puncak panen apel pada April, Mei, atau Juni. Meski demkian, tidak menutup kemungkinan kunjungan berada di luar bulan-bulan tersebut. Cek juga jadwal upacara-upacara adat yang terbuka untuk umum atau event lain yang dapat dinikmati. Beberapa upacara adat atau acara lain diselenggarakan pada bulan Juli atau pada saat musim panen.

Yang perlu diperhatikan di desa wisata

Meskipun desa wisata telah menjadi destinasi liburan, tetapi pada mulanya tempat tersebut tetaplah desa tempat tinggal masyarakat. Ketika memasuki desa wisata, kita tetap harus menghormati warga sekitar, terutama jika warga di sana masih menjunjung tinggi nilai-nilai adat. 

Apabila kita ingin swafoto di tempat-tempat tertentu, misalnya di kebun bunga, kita harus awas memperhatikan sekitar. Jangan sampai kita merusak tanaman yang ada di sana. Selain itu, menjaga kebersihan adalah hal yang wajib dilakukan di manapun.

Dana yang perlu dipersiapkan

Biaya untuk ke desa wisata beragam. Sebelum menentukan kisaran dana, sebaiknya kita menentukan dahulu berapa lama hari yang akan kita habiskan untuk liburan. Desa wisata dapat diekplorasi dalam sehari hingga sekitar tiga hari dua malam.

Dalam sehari, kita bisa memilih jenis wisata tertentu seperti outbound atau jelajah desa wisata. Harga tiket masuk ke desa wisata rata-rata sangat terjangkau, mulai dari Rp5000 saja. Namun, harga tersebut belum termasuk wahana-wahana yang ditawarkan di sana. Harga tiket perwahana rata-rata mulai dari Rp10.000.

Jika memilih waktu yang lebih panjang, kita bisa menentukan biaya menginap dan akomodasi (transportasi dan makan). Setiap desa wisata memiliki paket yang berbeda-beda. Oleh karena itu, jika ingin merasakan tinggal di desa atau pergi bersama keluarga tanpa diburu waktu, kita bisa memilih untuk tinggal di desa wisata selama beberapa hari.

Kita bisa memadukan desa wisata ke list liburan di Jawa Timur. Jika kita hanya punya waktu beberapa hari, mengunjungi desa wisata saja sudah sangat cukup karena di sana disediakan paket kegiatan yang komplit. Ada beberapa desa wisata yang menyajikan paket selama tiga hari dua malam.

Oleh karena itu, sebelum berlibur, kami menyarankan Sobat untuk memperkirakan berapa lama hari yang akan digunakan untuk berlibur. Setelah itu, penting diingat untuk estimasi dana mulai dari transportasi dan akomodasi.

Selanjutnya adalah beberapa desa wisata yang dapat Sobat jadikan destinasi wisata selanjutnya dan beberapa tempat yang dapat dijadikan alternatif untuk berwisata terusan dari atau sebelum mengunjungi desa wisata di Jawa Timur.

 

Desa Wisata Ngadas, Jazz Gunung dan Sunrise Gunung Bromo

Salah satu saran dari Pandu adalah mengunjungi mengunjungi Desa Wisata Ngadas melihat sunrise di Gunung Bromo sambil menikmati Jazz Gunung. Desa Wisata Ngadas lebih seru dikunjungi saat bulan Juli. Desa wisata ini cocok dikunjungi solo traveler atau berombongan.

Bagi pelancong yang berwisata ke Gunung Bromo, Desa Ngadas dapat menjadi tempat singgah sejenak. Desa ini berada di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Karena telah menjadi desa wisata, warga Desa Ngadas membuka homestay atau rumah sewa untuk para wisatawan yang ingin menginap di desa tersebut.

Biaya penginapan di Desa Ngadas mulai dari Rp330.000 per malam (sumber: https://www.traveloka.com/id-id/hotel/indonesia/community-homestay-at-ngadas-malang-bromo-3000010041940).

Harga tiket masuk ke Taman Nasional Gunung Bromo bagi wisatawan Indonesia adalah Rp27.000 – Rp37.500 (low season high season). Sedangkan untuk wisatawan mancanegara dibanderol Rp240.000 – Rp340.000 (sumber: https://discoveryourindonesia.com/bromo/).

Kita pun bisa melakukan penyewaan Jeep yang umumnya satu jeep bisa ditempati oleh 5-6 Orang. Pada bulan Juli, festival music tahuna bertajuk Jazz Gunung juga digelar. Jazz Gunung dibanderol mulai dari Rp450.000 (festival) hingga Rp2.000.000 (VVIP). Cek info tentang acara Jazz Gunung di http://www.jazzgunung.com/.

Dari estimasi biaya tersebut, kita bisa memperkirakan berapa nominal yang kita butuhkan untuk mengekspolarsi Gunung Bromo dan Desa Ngadas, sambil menikmati Jazz Gunung Bromo. Namun, jika ingin lebih berhemat, kita dapat berkunjung dan mengeksplorasi desa wisata selama satu hari. Sebelumnya, kita bisa cari tahu terlebih dahulu desa wisata mana yang ingin kita eksplorasi.

Pemandangan dari Desa Ngadas – Asri Sudarmiyanti, Google Maps

Dari desa ini, kita dapat menuju lereng Bromo melalui jalur Cemoro Lawang-Bromo kurang lebih dalam satu jam perjalanan. Desa yang dihuni oleh Suku Tengger ini mengadakan upacara Kasada yang digelar setahun sekali yang biasanya diadakan pada bulan Juli (bulan Kasada hari ke-14).

Upacara Yadnya Kasada ini merupakan ritual untuk memohon keselamatan dan kemakmuran pada leluhur. Salah satu laku ritualnya adalah melarung sesaji ke dalam kawah Gunung Bromo.  Uniknya, ketika ada yang melempar sesaji ke mulut kawah, warga Tengger mempertaruhkan nyawa mereka untuk turun ke lereng bibir kawah Bromo. Mereka bersiap membawa jala untuk menangkap sesaji yang dilempar tersebut.

Yadnya Kasada merupakan ritual berdasarkan legenda Roro Anteng dan Joko Seger. Putra dari Roro Anteng dan Joko Seger bernama Raden Kusuma yang bersedia dikorbankan untuk masuk ke kawah Bromo. Roro Anteng dan Joko Seger lupa berjanji terhadap dewa bahwa mereka akan mengorbankan salah satu dari ke-25 anaknya untuk diberikan pada Gunung Bromo. Karena hal itu, dewa pun memperingatkan akan janji tersebut.

Ke-24 anak Roro Anteng dan Joko Seger tidak bersedia berkorban, kecuali anak bungsu mereka Jaya Kusuma. Dia rela berkorban dengan melarungkan diri ke kawah Bromo agar keluarganya selamat dari murka sang dewa. Sejak saat ini, warga Tengger yang dipercaya sebagai keturunan Roro Anteng dan Joko Seger melarung sesaji dan dua ekor ayam sebagai bentuk “janji” kepada Sang Hyang Widhi. 

Desa Wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang

Jika Anda mempunyai waktu singkat untuk berlibur, Malang dapat menjadi tempat alternatif untuk berwisata. Selain dekat dengan Kota Batu yang memiliki berbagai atraksi hiburan, di Malang juga terdapat desa wisata.

Desa Pujon Kidul terletak di Kabupaten Malang. Desa wisata ini menawarkan berbagai kegiatan untuk solo traveler atau rombongan wisatawan . Di desa ini, kita dapat belajar mengenai pengembangan usaha kecil menengah dari perkebunan buah, terutama apel.

 

Desa Wisata Pujon Kidul-JawaPos

Paket wisata di Desa Pujon Kidul dalam dua hari satu malam adalah Rp170.000 per orang dan Rp1 juta per orang jika menginap di desa tersebut selama tiga hari dua malam. Jika kita tidak memiliki waktu lama untuk berlibur dan hanya ingin melepas penat selama satu hari, kita bisa mengunjungi desa wisata ini untuk sekadar duduk di Café Sawah atau berswafoto.

Harga tiket masuk desa wisata ini adalah Rp8000. Jika pengunjung ingin masuk ke area wahana tertentu, maka cukup menambah biaya sekitar Rp10.000 – Rp50.000 di setiap wahana.

Beberapa wahana yang ada di desa wisata ini antara lain wahana motor trail dan ATV, berkeliling area kebun dan sawah sambil menunggang kuda, taman bermain untuk paint ball, the road 78 ( mengendarai jeep dan offroad). Selain wahana kegiatan, kita juga dapat melihat proses pengolahan susu mulai dari pemerasan hingga pengemasan produk.

Jika ingin menikmati pemandangan, desa ini juga memiliki sudut untuk berswafoto di Bukit Amping. Dari bukit ini, pengunjung dapat melihat Gunung Arjuna di sebelah timur laut. Di sebelah selatan kita bisa melihat Gunung Kelud dan Gunung Kawi. Desa wisata ini dibuka setiap hari pada pukul 08.00 – 18.00 (sumber: https://travelspromo.com/htm-wisata/desa-wisata-pujon-kidul/).

Wisatawan dapat membeli produk-produk pertanian unggulan di desa ini. Selain itu, salah satu paket yang unik ditawarkan oleh desa wisata ini adalah penyewaan tempat untuk pre-wedding. Paket-paket wisata Desa Pujon Kidul dapat dilihat melalui situs ini https://www.sie.pujonkidul.desa.id/.

 

Desa Wisata Gubugklakah, Kabupaten Malang

Salah satu alternatif desa wisata lain di Malang yang bisa dikunjungi adalah Desa Wisata Gubugklakah. Wisata di desa ini lebih seru jika dilakukan beramai-ramai. Desa wisata ini dapat digunakan sebagai sarana outbound dan gathering.

Desa ini menawarkan berbagai edukasi pertanian dan peternakan. Salah satu produk unggulanya adalah agrowisata sapi perah, Nusa Pelangi. Di sini, wisatawan dapat belajar dan melihat langsung proses pengolahan susu dari sapi hingga peyimpanan. Proses pemerahan susu tersebut tidak lagi dilakukan secara konvensional (menggunakan tenaga pemerah susu), tetapi dengan mesin pemerah susu.

Produk olahan susu segar tersebut seperti yogurt, dodol, atau susu murni dapat dinikmati langsung oleh pengunjung.